Setelah Singosari mengusir Sriwijaya dari pulau Jawa secara total pada tahun 1920, maka Singasari
merupakan kerajaan yang terbesar dan terkuat pada saat itu. Hal ini menarik perhatian
Kaisar Kubilai Khan, Penguasa dinasti Yuan dari Tiongkok. Ia mengirimkan
seorang utusan yang bernama Meng Chi untuk menuntut upeti. Tetapi Kertanegara
menolak keras untuk membayar upeti dan merusak wajah utusan dari Kubilai Khan
itu.
Melihat hal ini
Kubilai Khan yang terkenal kejam dan beringas marah besar dan memerintahkan untuk
memberangkatkan ekspedisi besar-besaran ke pulau Jawa pada tahun 1293.
Tetapi ketika ekspedisi besar Kubilai Khan tiba, Jayakatwang, adipati Kediri telah membunuh Kertanagara atas arahan dari Aria Wiraraja. Raden Wijaya (menantu Kertanegara) datang menyerahkan diri kepada Jayakatwang sehingga diberikan pengampunan, serta diberikan wilayah Hutan Tarik (Mojokerto) untuk dibangun Raden Wijaya. Raden Wijaya membuka hutan itu dan mendirikan sebuah desa yang dinamakan Majapahit. Raden Wijaya memberikan nama Majapahit untuk menggambarkan kondisinya saat itu yang penuh dengan kepahitan hidup. Majapahit berasal dari nama buah maja yang memang rasanya pahit.
Ketika pasukan ekspedisi Kubilai
Khan tiba dengan tentara Mongolnya, Raden Wijaya bersekutu dengan tentara
Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Setelah Jayakatwang terbunuh dan
tentara Jayakatwang berhasil direbut dan dibawah perintah Raden Wijaya, maka
pasukan Raden Wijaya bertambah kuat dan besar. Sehingga Raden Wijaya mampu dengan mudah berbalik memukul mundur
pasukan sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik kembali tentaranya
secara paksa, karena saat itu merupakan kesempatan terakhir mereka untuk
memanfaatkan angin muson agar dapat pulang ke negeri Tiongkok atau mereka harus menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing
dan tanpa makanan.
Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja
pada tanggal 10 November 1293 yang juga merupakan berdirinya kerajaan Majapahit.
Sejak itu Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana .
Dalam perkembangannya kerajaan ini
menghadapi masalah-masalah besar. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa,
termasuk Ranggalawe , Sora , dan Nambi memberontak melawannya, Prabu Kertarajasa
meninggal dunia pada tahun 1309.
Penerus Kertarajasa adalah
Jayanegara yang digelari “Kala Gemet” yang berarti Penjahat yang Lemah.
Jayanegara memimpin dengan sewenang-wenang dan tidak memikirkan rakyatnya sehingga
pada tahun 1328 , Jayanegara dibunuh oleh tabibnya sendiri, Tanca.
Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni
seharusnya menggantikan Jayanegara untuk menduduki singgasana, tetapi Rajapatni
memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Akhirnya atas
rekomendasi dari Gayatri, maka Tribhwuana Wijaya Tungga Dewi yang menggantikan
Jayanegara untuk menduduki Singgasana.
Selama kekuasaan Tribhuwana,
kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal. Tribhuwana
mengundurkan diri dari Singgasana Majapahit karena kematian ibunya pada tahun
1350. Tribhuwana diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanagara,
dan memerintah Majapahit dari tahun 1350
hingga 1389 .
Pada masa Hayam Wuruk, Majapahit mencapai
puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya yang terkenal dengan sumpah
palapanya, Gajah Mada . Di bawah perintah Gajah Mada ( 1313-1364) , Majapahit
menaklukkan banyak wilayah. Pada tahun
1377 , beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan
serangan laut ke Palembang , menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan
Sriwijaya. Daerah kekuasaan Majapahit saat itu meliputi Sumatra , semenanjung
Malaya , Borneo , Sulawesi , kepulauan Nusa Tenggara , Maluku , Papua , dan
sebagian kepulauan Filipina.
Kejayaan Majapahit mencapai
puncaknya pada abad ke-14 , kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Dengan
meletusnya perang saudara ( Perang Paregreg ) pada tahun 1405-1406 , antara Wirabhumi
melawan Wikramawardhana.
Dalam tradisi Jawa ada sebuah
kronogram atau condrosengkolo yang berbunyi “sirna ilang kretaning bumi”, yang berarti
Sirna, hilanglah kemakmuran di bumi”. Sengkolo ini konon adalah petunjuk tahun
berakhirnya kerajaan Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041 , yaitu tahun 1400
Saka , atau 1478 Masehi .
Ternyata yang digambarkan oleh
condrosengkolo adalah gugurnya Bre
Kertabumi , raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana. Ketika Majapahit
didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki
Nusantara . Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15 , pengaruh Majapahit di seluruh
Nusantara mulai melemah. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan yang dibawa oleh perdagangan baru yang berdasarkan Islam ,
yaitu Kesultanan Malaka , mulai muncul di bagian barat Nusantara. Catatan
sejarah mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari
tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus , penguasa dari Kesultanan Demak ,
antara tahun 1518 dan 1521 M.
baca juga :
Sejarah Kerajaan Singosari
Sejarah Kerajaan Melayu Jambi
baca juga :
Sejarah Kerajaan Singosari
Sejarah Kerajaan Melayu Jambi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar