Jambi, adalah provinsi Indonesia yang terletak di pesisir timur dibagian pulau Sumatera. nama "JAMBI" menyimpan catatan sejarah tentang berdirinya kerajaan Melayu, penyebaran agama Islam dan budaya Melayu di Jambi.
Kisah Legenda tentang Orang kayo Hitam, Kajang Lako, keris Siginjai dan Nama "Jambi" :
Awalnya Tuanku Ahmad Salim dari Gujarat (Turki)
berlabuh di Selat Berhala dan mendirikan pemerintahan baru yang dipimpinnya sendiri
berdasarkan ajaran Islam, saat itu gelarnya adalah Datuk Paduko Berhalo yang
ber_istrikan seorang putri Minangkabau yang bernama Putri Selaras Pinang Masak.
Mereka di karuniai 4 orang anak. Tiga diantaranya telah menjadi datuk (Penguasa/Raja)di
wilayah sekitar Kuala. Hanya si bungsu yang bernama Orang Kayo Hitam belum menjadi
datuk, cita-citanya adalah memperluas wilayah kekuasaan ayahnya sampai ke
pedalaman agar keluarga mereka bisa menjadi penguasa di seluruh wilayah.
Untuk mencapai
cita-citanya itu, Orang Kayo Hitam bepergian dengan menggunakan perahu menuju
ke arah hulu sungai. Di tengah perjalanan Orang Kayo Hitam menemukan sehelai
rambut yang melilit dahan pohon. Rambut itu panjang, hitam dan berkilat
menandakan pemiliknya adalah seorang gadis yang cantik jelita. Timbul rasa
penasaran Orang Kayo Hitam untuk pergi mencari pemilik rambut tersebut dan akan
menjadikannya sebagai istri. Kemudian berjalanlah Orang Kayo Hitam
menyusuri daerah sekitar tempat itu berharap menemukan si pemilik rambut
tersebut.
Akhirnya Orang Kayo
Hitam sampai di sebuah daerah yang di sebut Temenggung Merah Mato. Penguasa Temenggung
Merah Mato memiliki seorang putri cantik bernama Putri Mayang Mangurai. Ternyata
rambut yang dijumpai oleh Orang Kayo Hitam adalah rambut milik Putri Mayang
Mangurai. Orang Kayo Hitam menyampaikan maksudnya untuk mempersunting Putri
Mayang Mangurai menjadi istrinya. Putri mayang Mangurai menyetujuinya tetapi
dengan syarat Orang Kayo Hitam harus dapat mengalahkan pengawal pribadinya.
Untuk mendapatkan
putri yang di idamkannya maka Orang Kayo Hitam pun menyetujui nya, setelah
mengalahkan pengawal pribadi Putri Mayang Mangurai ternyata putri kembali
mengajukan beberapa syarat lagi. Orang Kayo Hitam pun akhirnya memutuskan untuk
pergi ke Pulau Jawa guna memenuhi semua syarat yang diajukan sang putri. Setelah
menemui berbagai kesulitan, Orang Kayo Hitam kembali dengan membawa hasil
sehingga membuat membuat Putri merasa sangat bangga karena calon suaminya
adalah seorang yang memiliki tekad yang kuat dan pantang menyerah dalam
mencapai tujuannya.
Atas restu ayahnya
menikahlah Putri Mayang Mangurai dengan Orang Kayo Hitam. Sebagai hadiah
pernikahan pasangan pengantin ini dianugerahi sebuah perahu yang benama Kajang
Lako dan sepasang angsa putih yang cantik dan berpesan agar mereka berlayar ke
wilayah Sungai Batanghari dan apabila dua angsa tersebut berhenti disuatu
wilayah hingga dua hari, maka di tempat itulah mereka akan tinggal. Setelah
menyusuri Sungai Batanghari, kedua angsa itu berhenti dan menginap. Orang Kayo
Hitam melihat di sekitar Sungai Batanghari itu banyak sekali di tumbuhi pohon
pinang. Oleh karena itu Orang Kayo Hitam menamai daerah itu dengan nama Jambi. (Dalam
bahasa jawa, Pinang di sebut jambe). Disitulah didaerah yang dinamakan Angso
Duo, Jambi Orang Kayo Hitam mendirikan kerajaannya.
Saat menjadi raja, Orang kayo Hitam merupakan seorang Raja yang sangat
pemberani dan sakti, Orang Kayo Hitam pernah mencegat upeti yang dikirimkan
kakaknya, Orang Kayo Pingai kepada kerajaan Mataram yang waktu itu Kerajaan
Melayu Jambi merupakan daerah jajahan kerajaan Mataram. Upeti itu berhasil
digagalkan oleh Orang Kayo Hitam karena dia berpendapat bahwa Kerajaan Melayu
Jambi merupakan Kerajaan yang berdaulat dan tidak harus tunduk kepada Kerajaan
manapun.
Mendengar adanya gejolak ini , maka Raja Mataram merencanakan akan
melakukan penyerangan ke kerajaan Melayu yang disebut serangan Pamalayu dan segera
memerintahkan seorang empu untuk membuat sebuah keris sakti yang akan digunakan
untuk membunuh Orang Kayo Hitam dan menghancurkan kerajaan Melayu Jambi.
Rencana ini terdengar sampai ke telinga Orang Kayo Hitam dan segera memutuskan untuk berangkat menuju
Kerajaan Mataram untuk menggagalkan rencana tersebut. Di daerah Mataram Orang Kayo
Hitam bertemu dengan seorang empu yang sedang membuat keris, lalu bertanya
kepada empu untuk siapa keris tersebut, empu itu pun menjelaskan bahwa keris
tersebut adalah merupakan pesanan khusus Raja Mataram yang konon akan digunakan
untuk membunuh seorang pemberontak dari Kerajaan Melayu Jambi yang bernama Orang
Kayo Hitam, saat itu empu juga menjelaskan bahwa keris tersebut dibuat dari
tujuh macam besi dan akan sempurna bila telah dimandikan di tujuh muara.
Mendengar hal itu, Serta merta Orang Kayo Hitam merebut keris tersebut dari tangan
sang empu, dan menyatakan bahwa dirinya lah yang dimaksud oleh Raja Mataram dan
langsung membunuh sang empu sekaligus ratusan prajurit yang mengawalnya dengan
kesaktian yang dimilikinya. Khawatir akan amukan dari seorang Orang kayo Hitam
yang begitu ganas, maka Raja Mataram menyerukan gencatan senjata dan perjanjian
damai yang berisi kedaulatan kerajaan Melayu Jambi.
Setelah menyempurnakan kesaktian keris tersebut di tujuh muara (seperti
yang dikatakan sang empu) maka Orang kayo Hitam menjadikan keris tersebut
sebagai senjata utamanya dan Orang Kayo Hitam sering meletakkan keris saktinya
tersebut di sanggul rambutnya sehingga orang-orang sering menyebutnya dengan
sebutan “Ginjai” yang berarti tusuk konde, hingga akhirnya keris tersebut
diberi nama Keris SIGINJAI.
Sampai saat ini untuk mengingatkan masyarakat tentang legenda
raja Jambi yang terkenal sampai mataram, Orang Kayo Hitam. Rumah adat jambi
yang dinamakan Kajang Lako, Angso Duo dan keris Siginjai dijadikan sebagai logo pemerintahan Jambi.
baca juga :
Sejarah berdirinya Kerajaan Singosari
Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit
baca juga :
Sejarah berdirinya Kerajaan Singosari
Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar