Sering orang bertanya-tanya tentang apa sebenarnya kunci sukses dari seseorang yang mereka lihat hidupnya berkecukupan, KERJA KERAS ? mungkin... tapi anda lihat para pekerja bangunan, kuli panggul pasar, tukang becak dan lain sebagainya, kurang kerja keras apa mereka yang banting tulang pagi hingga malam, hidupnya hanya pas-pas an dan bahkan cenderung kurang. HEMAT ? bisa jadi... tapi berapa banyak yang mampu anda hemat dan bisa anda sisihkan untuk menabung apabila penghasilan yang ada hanya pas-pas an?...
Saya mempunyai cerita yang selalu saya ingat, cerita ini saya dapatkan dari seorang motivator terkenal yang pada saat itu kebetulan saya mengikuti seminarnya.
Justin seorang pemuda yang sukses dalam kariernya sebagai direktur di suatu perusahaan ternama di ibukota, tetapi sayangnya karier yang gemilang tidak disertai seorang pendamping di sisinya. karena terlalu sibuk dalam menggapai karier agaknya urusan mencari jodoh sedikit terlupakan, disamping itu standar yang cukup tinggi dalam menentukan seorang pendamping juga menjadi sebuah kendala yang cukup berarti bagi Justin.
Suatu pagi Justin mengendarai sebuah mobil Sport 2 pintu yang baru dibelinya menuju ke kantor. Saat dia baru keluar dari gerbang perumahan mewah miliknya dia melihat ada 3 orang di Halte sedang menunggu bis. Justin sangat mengenal 1 diantara tiga orang tersebut, dia adalah seorang dokter bedah yang pernah menyelamatkan hidupnya beberapa tahun yang lalu dan tampak tergesa-gesa karena ada jadwal operasi, 1 lagi seorang nenek-nenek yang terlihat pucat dan sakit dan tampaknya juga perlu segera ke Rumah sakit untuk berobat. 1 orang yang terakhir adalah seorang gadis kantoran dengan rambut panjang tergerai, hidung mancung, kulit putih mulus dengan kaki yang jenjang merupakan sosok gadis yang selama ini Justin idam-idamkan. sedangkan bis selanjutnya masih sekitar 1 jam lagi.
Justin berhenti sebentar, di benaknya sedang berkecamuk suatu keputusan yang harus diambilnya segera, Justin bukan seorang yang tidak tahu balas budi dia harus membantu dokter tersebut agar tidak terlambat sampai rumah sakit, tapi Justin juga bukan seorang yang tidak berbelas kasih, dia tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada nenek itu sekaligus dia juga tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengenal seorang gadis yang selama ini di_impikannya dan merasa gadis ini adalah jodohnya sedangkan mobil yang dikendarainya hanya cukup membawa 2 orang termasuk dirinya.
Akhirnya Justin memutuskan untuk turun dan menghampiri dokter tersebut dan meminta dokter itu membawa nenek tersebut ke Rumah Sakit tempat dokter tersebut bekerja dengan mobilnya, dan dia sendiri akan menunggu bis di halte sekalian berkenalan dengan gadis pujaannya tersebut.
Dengan demikian 1 kali membuat keputusan 3 niat baik dapat terlaksanakan, dokter dapat segera ke rumah sakit untuk bekerja, nenek dapat ke rumah sakit untuk berobat dan Justin sendiri dapat berkenalan dengan seorang gadis pujaannya.
Dari cerita diatas sangat jelas seseorang yang sukses mengambil suatu keputusan dengan cepat dan tepat. Mengambil sebuah keputusan merupakan KUNCI dalam meraih suatu kesuksesan, KERJA KERAS tanpa disertai dengan keputusan yang tepat tidak menjamin kesuksesan itu sendiri.
Sebelum mengambil suatu keputusan terkadang ada rasa bimbang, ragu dan takut akan konsekuensi yang harus dihadapi. Dengan kata lain bila anda tidak memutuskan toh juga ada konsekuensi yang harus anda terima, yaitu anda tidak dapat meraih tujuan yang anda cita-citakan dan tetap pada kondisi yang ada sekarang. Jadi kesimpulan_nya adalah tidak ada keputusan, tidak ada konsekuensi, tidak ada pencapaian.
















