Bon
Jovi
adalah kelompok musik rock papan atas dari New Jersey, Amerika Serikat. Mereka telah
menjual lebih dari 40 juta album di Amerika Serikat dan lebih dari 120 juta
keping album di seluruh dunia sejak berdirinya pada tahun 1984.
Jon
Bon Jovi terlahir dengan nama asli “John Francis Bongiovi Jr” pada tanggal 2
Maret 1962 dan merupakan anak angkat dari Carol dan John Bongiovi yang tinggal
di daerah Sayreville, New Jersey-Amerika.
Sejak umur 10 minat Bon Jovi terhadap musik telah kelihatan. Ia sering main ke klub malam lokal di Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik, atau jamming dengan musisi yang tampil.
Sejak umur 10 minat Bon Jovi terhadap musik telah kelihatan. Ia sering main ke klub malam lokal di Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik, atau jamming dengan musisi yang tampil.
Saat
berusia 16 tahun, Bon Jovi memutuskan
untuk bekerja sebagai penyapu lantai pada sebuah studio rekaman yang bernama “Power
Station Studio” supaya bisa berinteraksi dengan musisi-musisi top. Dari tahun
1980 hingga 1983, 50 judul lagu berhasil ia tulis. Jon Bon Jovi memilih lagu
berjudul “Runaway” untuk dibikin demo. Dan dengan back-up orang studio yang
disewa sepupu Bon Jovi, Tony Bongiovi dan merekam lagu Runaway. 5 orang yang
membantu Jon merekam Runaway adalah : Dave "The Snake" Sabo
(gitaris), Tim Pierce (gitaris), Hugh McDonald (bassis), Roy Bittan -
(keyboardis), dan Frankie LaRocha - (drummer).
Awalnya
Runaway hanya diputar di stasiun radio lokal dengan pita kompilasi. Diluar dugaan
lagu tersebut sering diputar karena banyak di request oleh para pendengar.
Kesuksesan dari Runaway menginspirasi Bon Jovi untuk membuat formasi inti dan
membentuk sebuah band dan melakukan ekspedisi antar klub untuk mendukung
singelnya itu dan menjadi rocker terkenal sehingga awalnya Bon Jovi merekrut David
Bryan. Meskipun tidak seambisius Jon Bon Jovi, tapi David Bryan, yang lahir
pada 7 Februari 1962 ini ternyata juga punya cita – cita yang sama. Saat Jon Bon
Jovi menghubunginya untuk bergabung, David langsung mengalihkan pendidikannya
dari sekolah kedokteraan ke sekolah musik, Julliard Music School, di New
jersey. Keduanya kemudian membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, berbekal
nama tersebut, keduanya mulai mengirim demo – demo ke sejumlah perusahaan
rekaman, bahkan sampai ke Los Angeles.
Usaha
mereka belum mendapatkan hasil lantaran mereka masih belum mempunyai syarat
yang cukup untuk rekaman berhubung personil mereka hanya 2 orang. Hal ini yang
membuat Bon Jovi memutuskan untuk merekrut Tico Tores sebagai drummer, Tico
Torres (7 Oktober 1953)ini juga lebih berpengalaman di dunia musik. Tercacat
sebelum dikontak Jon Bon Jovi, Tico sudah menyelesaikan 26 album rekaman
bersama musisi – musisi top seperti Alice Cooper, Cher, sampai Chuck Berry.
Meski jauh berpengalaman daripada David Bryan dan Jon Bon Jovi, tetapi Tico
langsung respek saat bertemu Jon Bon Jovi pertama kali. Meskipun aliran musik
yang bakal diusung band baru ini agak berbeda dengan gaya permainan Tico Torres
yang lebih condong ke aliran Jazz, tetapi ajakan untuk bergabung juga langsung
diterima Tico Torres.
Bergabungnya Tico Torres, membuat langkah Jon Bon Jovi untuk memantapkan formasi bandnya menjadi semakin cepat, lantaran Tico Torres kemudian mengusulkan nama bassis band Jersey bernama Alec John Such untuk dipertimbangkan sebagai personil berikutnya. Tico tahu persis kalo ciri permainan Alec John Such (14 November 1956 ) bakal klop dengan band bentukan Jon Bon Jovi. Latar belakang mereka pernah bermain bareng di sebuah band bernama “Phantom’s Opera” jadi referesinya.
Bergabungnya Tico Torres, membuat langkah Jon Bon Jovi untuk memantapkan formasi bandnya menjadi semakin cepat, lantaran Tico Torres kemudian mengusulkan nama bassis band Jersey bernama Alec John Such untuk dipertimbangkan sebagai personil berikutnya. Tico tahu persis kalo ciri permainan Alec John Such (14 November 1956 ) bakal klop dengan band bentukan Jon Bon Jovi. Latar belakang mereka pernah bermain bareng di sebuah band bernama “Phantom’s Opera” jadi referesinya.
Empat orang personil utama sudah lengkap, mereka mencari personil untuk ditempatkan di posisi yang benar – benar menentukan dan penting bagi sebuah band rock, yaitu gitaris. Mencari seorang gitaris handal yang berkarakter ternyata bukan persoalan mudah. Makanya Jon Bon Jovi tidak lantas langsung menetapkan gitaris resminya. Untuk sementara, Jon menunjuk seorang tetangga nya yang bernama Dave Sabo, sebagai gitaris additional. Karena dalam jangka waktu dekat ada tawaran manggung buat band nya di New York.
Di
backstage panggung saat mereka selesai konser seorang pemuda menghampiri mereka
menawarkan diri sebagai gitaris, dia bernama Richie Sambora (11 Juli 1959). Promosi
Richie Sambora waktu itu adalah banyak mempunyai lagu ciptaan sendiri, selain
permainan gitarnya yang cukup mantap. Tertarik dengan promosi Richie, Jon Bon
Jovi kemudian mengadakan audisi khusus. Dalam audisi semua kemampuannya
dikeluarkan, dasar permainan yang dipengaruhi aliran blues milik Eric Clapton
ternyata cukup memukau Jon dan rekan- rekannya. Jelas saja karena teknik –
teknik istimewa tersebut sudah dikuasai Richie Sambora sejak berumur 12 tahun. Sehingga
Jon Bon Jovi yang mmerupakan kapten dari band ini langsung menerima Richie sebagai
anggota kelima band ini menggantikan
posisi Dave Sabo yang saat itu masih sangat belia.
Bergabungnya Richie Sambora sekaligus meresmikan nama Bon Jovi untuk band mereka. Formasi yang benar – benar dahsyat, karena mereka hanya butuh 3 tahun sejak terbentuk untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia. Setelah merilis album Bon Jovi (1984), dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, “Slippery When Wet “ (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia.Nama Bon Jovi pun menjadi top act. Album – album berikutnya seperti New Jersey (1988), Keep The Faith (1992) dan kompilasi Cross Road (1994), meraup keuntungan besar. Sedemikian besarnya nama Bon Jovi, maka ketika Alec John Such keluar dari formasi pada tahun 1994, ternyata tidak memberi pengaruh besar. Karir Bon Jovi diteruskan dengan album – album yang sama dahsyatnya, seperti “These Days” (1995), “Crush” (2000), “Bounce” (2002), dan “This Left Feeling Right” (2004).
Download lirik lagu-lagu Bon Jovi :
This ain't a love song

Tidak ada komentar:
Posting Komentar