Kehidupan ini memang berat, tidak semua berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. tetapi tidak akan terasa apabila kita menikmati setiap hal yang kita alami dengan tulus ikhlas. Seperti kisah dari Gula Pasir yang akan saya ceritakan ini.
dikisahkan gula pasir sedang mengalami kegalauan yang luar biasa, selama ini dia merasa bahwa dia tidak dihargai oleh manusia, dimanfaatkan tapi setelah itu dilupakan.
Walaupun selama ini ia sudah mengorbankan dirinya untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak pernah menyebut-nyebutkan dirinya dalam campuran teh dan dirinya itu. Manusia hanya menyebutkan bahwa "ini adalah tes manis" bukan "teh gula". Begitu pun saat dia dicampurkan dalam kopi panas, adonan kue atau yang lain.
Gula pasir merasa ia hanya disebut manakala ia sedang dibutuhkan, ketika ia dibeli di warung atau supermarket, si pembeli bertanya kepada tukang warung atau pramuniaga supermarket, "apakah anda menjual gula pasir?"
Tidak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya dan perannya yang besar dalam memaniskan sesuatu. Sosok gula pasir merupakan pelajaran tersendiri bagi mereka yang telah berbuat banyak bagi orang-orang di sekitarnya, sadar atau tidak ada suatu keinginan untuk diakui, dihargai dan disebut-sebut sebagai seseorang yang paling berjasa persis seperti yang dialami gula pasir.
Didalam keseharian kita, apakah itu di kantor, di lingkungan rumah atau bahkan di lingkungan keluarga sekalipun, sering kita temui orang-orang yang nasibnya seperti gula pasir. Walau telah banyak berkorban bahkan berjasa bagi orang lain tetapi tidak terlihat adanya apresiasi yang layak apalagi dihargai kontribusinya, ironis_nya dia hanya dianggap sebagai pelengkap bahkan dia di cibir dan diremehkan.
Dalam cerita ini saya ingin mengajak anda ataupun orang-orang yang bernasib seperti gula pasir untuk tidak merasa sedih, putus asa, apalagi frustasi lakukanlah semuanya dengan ketulusan hati karena dengan ketulusan maka semuanya akan menjadi berarti serta berharga walaupun tidak ada yang menghargai kita, tetapi apabila kita melakukan nya dengan tulus maka perbuatan tersebut tidak akan dapat dihargai dengan emas dan berlian sekalipun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar