Bunda Teresa Melayani Dengan Penuh Kasih

Bunda Teresa lahir di daerah Skopje, Republik Macedonia pada tanggal 26 Agustus 1910 anak dari pasangan Nikolle Bojaxhiu dan Dranafile Bojaxhiu. Beliau bernama asli Agnes Gonxha Bojaxhiu dan merupakan seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India yang pada usianya yang ke-40 mendirikan Misionaris Cinta Kasih di Kalkuta, India.
Sejak kecil Agnes (panggilan kecil bundaTeresa) telah mengagumi kehidupan membiara, sehingga pada usia 12 tahun, ia merasa yakin dan berkomitmen untuk memilih jalan hidup yang akan dijalaninya. Pada usia 18 tahun, sewaktu berdoa di kuil Madonna Hitam di Letnice, tempat dimana ia sering pergi berziarah. Agnes memutuskan untuk bergabung di Kesusteran Loreto sebagai misionaris. Sejak saat itu Ia tidak pernah lagi melihat ibu atau saudara perempuannya.
Awal pelayanannya Agnes belajar bahasa Inggris dan bahasa Bengali, dan Ia mengambil Kaul pada usia 21 tahun sebagai biarawati dan diberi nama  Thérèse de Lisieux.
Dalam pelayanannya sebagai misionaris, bunda Teresa merassa terpanggil untuk melayani kaum miskin dan kelaparan serta orang-orang terbuang seperti pengidap HIV/AIDS dan kusta, sehingga pada tahun 1952 bunda Teresa membuka Home for the dying, sebuah rumah sakit gratis untuk orang miskin. Mereka yang dibawa ke rumah tersebut menerima perhatian medis dan diberikan kesempatan untuk meninggal dalam kemuliaan, menurut ritual keyakinan mereka; Muslim membaca Al-Quran, Hindu menerima air dari sungai Gangga, dan Katolik menerima sakramen pengurapan. "Sebuah kematian yang indah," katanya, "adalah untuk orang-orang yang hidup seperti binatang, mati seperti malaikat, dicintai dan diinginkan. 
Karena kasihnya yang besar, pada tahun 1955 ia membuka Nirmala Shisu Bhavan, sebagai perlindungan bagi yatim piatu dan remaja tunawisma, dan juga membuka rumah dan yayasan di puluhan negara baik di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Serikat, sebagai tempat penampungan bagi masyarakat miskin, sakit dan terbuang. Dia bepergian untuk membantu dan menghibur penderita kelaparan di ethiopia, korban radiasi di Chernobil, dan korban gempa di Armenia.
Pada tahun 1996 dia telah melakukan 517 misi cinta kasih di lebih di 100 negara di seluruh dunia. karena karya pelayanannya yang tanpa pamrih ini maka perdana menteri India saat itu memberikan penghargaan atas pengabdiannya terhadap orang sakit dan terbuang di India.
13 Maret 1997, dia turun dari jabatannya sebagai kepala Misionaris Cinta Kasih. Karena gagal jantung, malaria dan pneumonia yang dideritanya, Ia meninggal pada tanggal 5 September 1997.

Bunda Teresa dibaringkan dalam ketenangan dan kemuliaan di Gereja St. Thomas, Kolkata selama satu minggu. Ia dianugerahi pemakaman kenegaraan oleh pemerintah India sebagai rasa syukur atas jasanya kepada kaum miskin dari semua agama di India.

Kematiannya ditangisi banyak orang baik di masyarakat umum maupun religius di dunia, bunda Teresa adalah seorang individu langka dan unik, Pengabdian seumur hidupnya untuk merawat orang miskin, orang sakit, dan kurang beruntung merupakan salah satu contoh pelayanan tertinggi untuk umat manusia Ia adalah Pemersatu Bangsa, Ia adalah salah satu ikon perdamaian dan cinta kasih di dunia ini

Walaupun dia telah tiada karyanya tidak berhenti, Pada saat itu Misionaris Cinta Kasih telah memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraan dengan 300 anggota yang menjalankan 610 misi di 123 negara. Termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar