Kisah Raja Telanjang

Alkisah di sebuah kerajaan di Inggris hidup seorang raja yang gemar dengan gaya berpakaian, semua penjahit dari segala penjuru kerajaan telah dimintai untuk merancang model pakaian kerajaan yang terbaik dan terbagus. Sampai pada suatu ketika datanglah dua orang yang mengaku mampu membuat pakaian mewah dan unik yang tidak ada dua nya di segala penjuru dunia, Bahkan sang Raja akan dapat mengetahui pejabat mana yang setia dan jujur serta memang pantas dalam jabatan mereka  serta rakyat yang benar-benar setia dan cinta kepada raja dan negerinya dengan mengenakan pakaian yang mereka tawarkan kepada raja. Karena hanya orang yang demikianlah  mampu melihat pakaian unik ini kelak.

Dengan penasaran sekaligus gembira maka Raja langsung memerintahkan mereka untuk bekerja di istananya demi mendapatkan hasil yang maksimal. Kedua penjahit tersebut dijamu dengan makanan kerajaan yang mewah serta diberikan tempat kerja yang sangat nyaman idalam istana. Mereka kelihatan bermalas-malasan saja di ruang kerja, tanpa melakukan apa-apa selain makan, tetapi ketika tahu bahwa raja akan datang mengunjungi mereka, mereka berpura-pura mengukur kain dan menjahit serta menyulam.

Raja sangat bingung ketika melihat kedua penjahit yang sedang bekerja itu, tetapi dia tidak melihat kain yang mereka jahit. Karena dia teringat oleh perkataan kedua penjahit itu sebelumnya bahwa hanya orang yang hatinya bersih, setia dan jujur serta orang yang memang pantas dalam jabatannya yang mampu melihat pakaian indah tersebut maka berkatalah raja kepada mereka,”Alangkah indahnya rancangan kalian, kapan aku dapat mengenakan pakaian indah ini?”.  “ya tentu saja paduka, karena kami sangat teliti dan pakaian ini adalah pakaian sempurna dan hanya paduka seorang yang memiliki pakaian indah dan unik ini, Paduka akan segera dapat mengenakan pakaian indah ini setelah kami sulam”.sahut salah satu dari penjahit itu. Setelah menyalami mereka akhirnya sang raja meninggalkan ruang kerja mereka.

Masih dengan rasa penasaran yang tinggi maka raja mengutus perdana menterinya untuk mengunjungi kedua penjahit tersebut. Perdana menteri pun tidak melihat pakaian yang sedang di jahit oleh penjahit-penjahit itu,  tetapi demi mendapatkan pengakuan bahwa dia adalah orang setia dan jujur serta memang pantas dalam jabatannya maka dia pun berpura-pura dan membuat pujian-pujian tentang pakaian yang sedang dalam pengerjaan itu bahkan perdana menteri itu menambahkan bahwa pakaian raja itu sudah hampir selesai. Raja semakin bangga karena mendapatkan pujian-pujian tentang model pakaian terbarunya yang unik dan merasa senang bahwa pejabat-pejabatnya adalah merupakan orang yang setia dan memang pantas dalam jabatannya.

Akhirnya selesai sudah pakaian terbaru sang raja, kedua penjahit tersebut meminta sang raja mencobanya. “”Wah,… pakaian ini terasa sangat pas sekali ditubuhku dan nyaman sekali bahkan aku merasa seperti tidak sedang berpakaian” kata sang raja. “Memang Paduka, pakaian ini terbuat dari bahan pilihan yang sangat mahal dan sangat halus dan lembut, benang emas yang tersulam pada pakaian tersebut juga merupakan pintalan dari emas murni sehingga paduka akan sangat nyaman mengenakannya, inilah salah satu  keunikan pakaian mewah ini.” “Benar,… kini saatnya pertunjukkan pakaian baru ku ini” sambung sang raja sembari memberikan 2 kantong emas kerajaan kepada kedua penjahit itu sebagai upah. Setelah menerima kantong ini maka kedua penjahit itu pamit.

Hari pertunjukkan pun tiba, para pengawal istana mempersiapkan pawai besar untuk pertunjukkan pakaian terbaru dari raja mereka. Dua orang berjalan dibelakang raja seolah-olah memeganngi ujung jubah dari sang raja. Prajurit bertepuk tangan, para pengawal berjalan gagah, rakyat gegap gempita menyaksikan pakaian terbaru raja yang tidak mereka lihat. Sampai kemudian, terdengar suara dari kerumunan orang banyak seorang anak kecil berteriak sambil menunjuk-nunjuk kearah raja dan tertawa tanpa beban  “Raja telanjang!!!.., Raja sedang telanjang…. Paduka hendak pergi berenang!!!...”

Sontak raja kaget dan buru-buru meminta pengawalnya untuk mengambilkan jubah lamanya untuk segera dikenakannya. Sang Raja mendekati si anak sementara orangtua dari si anak ketakutan dan khawatir akan nasib anaknya. Sambil menangis si orang tua bersimpuh dihadapan sang raja meminta pengampunan untuk anaknya. “Ampuni anak kami paduka, dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa”. “Tidak!!!...” sahut sang raja, “anak anda benar…  aku sedang tidak mengenakan apa-apa, anak anda sangat jujur sehingga dia berani mengutarakan kejujurannya diantara orang-orang yang tidak berani mengutarakannya.”

"Wahai pejabat-pejabat istana dan rakyatku sekalian, barangsiapa diantara kalian yang dapat melihat pakaian baruku?" teriak sang raja. Para pejabat dan rakyat hanya menunduk dan tidak mampu menjawab pertanyaan sang raja. "Perlu kalian ketahui, keberanian anak ini dalam mengutarakan kebenaran adalah hal yang luar biasa dan patut dijadikan contoh, dan mulai saat ini anak ini resmi mendapatkan gelar bangsawan dan menjadi pangeran dalam istana".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar